Ubud dianggap sebagai pusat budaya, alam, dan petualangan, dikelilingi oleh terasering sawah, sungai, dan pura. Pengunjung dapat menjelajahi pura bersejarah, jalur pemandangan, bertemu monyet, dan bahkan menyaksikan pertunjukan tari tradisional, yang semuanya membuat kota ini sangat menarik bagi wisatawan. Menurut Bali Tourism Board (2024), popularitas Ubud meningkat karena retret kebugarannya, aktivitas luar ruangan, dan reputasinya sebagai destinasi utama bagi ekspatriat yang mencari tempat tinggal jangka panjang. Faktanya, pada tahun 2024, Bali menyambut 6,3 juta pengunjung internasional, melampaui tingkat sebelum pandemi.
Apakah Anda berencana mengunjungi Ubud pada tahun 2025? Berikut adalah 10 hal terbaik yang bisa dilakukan di kota ini, agar Anda dapat merencanakan dengan baik dan benar-benar menikmati waktu Anda.
1. Terasering Sawah Tegalalang

Sekitar 20 menit ke utara dari Ubud terdapat Terasering Sawah Tegalalang, yang merupakan salah satu pemandangan paling ikonik di Bali. Terasering sawah yang berlapis membentuk lanskap hijau yang indah, pemandangan seperti kartu pos yang menakjubkan kapan saja sepanjang hari. Mudah untuk sampai ke sana dengan skuter, taksi, atau tur, dan kebanyakan pengunjung menghabiskan sekitar 2 - 3 jam berjalan di jalur dan mengambil foto pemandangan.
Lebih baik menjelajah dengan berjalan kaki agar Anda bisa melihat lebih dekat sistem irigasi subak tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad. Jalan setapak kecil dan jembatan bambu berkelok-kelok melalui sawah, dan petani sering meminta sumbangan kecil untuk membantu pemeliharaan terasering, jadi sebaiknya bawa uang tunai.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
- Pagi hari (7–9 pagi): udara lebih sejuk, keramaian lebih sedikit
- Sore hari (setelah jam 5 sore): cahaya lembut, orang lebih sedikit, sempurna untuk foto di seluruh terasering
- Masa kemarau (April–Oktober) adalah waktu ideal
Berkunjung dengan Hormat
- Tetap di jalur dan hindari menginjak padi
- Jaga suara tetap rendah
- Berpakaian sopan
- Tersenyumlah saat memberikan sumbangan
- Pakai sepatu yang memiliki cengkraman; lumpur bisa licin setelah hujan
Mematuhi aturan dasar ini membantu melindungi terasering dan menjaga kunjungan tetap hormat bagi petani dan pemuja lokal.
Cara Menuju ke Sana
Skuter
-
Durasi: 30-60 menit
- Biaya: Ada biaya sewa (biaya tergantung penyedia)
Taksi / Sopir
-
Durasi: 30–60 menit
- Biaya: IDR 100.000–150.000
Tur dengan Pemandu
-
Biaya: Biasanya dikenakan biaya (tergantung penyedia tur)
Parkir
Anda dapat parkir di tempat yang telah disediakan tepat di seberang pintu masuk utama Terasering Sawah Tegalalang, di mana petugas akan mengarahkan Anda ke tempat parkir dan mengumpulkan biaya parkir.
- 5.000 IDR (mobil)
- 2.000 IDR (motor)
Tips Bonus: Kami merekomendasikan Anda mengunjungi Cretya, restoran dan kompleks hiburan berperingkat tinggi yang terletak dekat terasering. Tempat ini sangat bagus untuk makan, dan mereka juga memiliki area teras sendiri serta zip line untuk keseruan tambahan!
2. Hutan Monyet Suci

Apakah Anda berada di pusat Ubud? Jika ya, Anda hanya berjalan kaki singkat dari atraksi wisata paling terkenal di Ubud, yaitu Sanctuary Hutan Monyet Suci. Setiap hari, ribuan pengunjung berjalan di jalur yang dipenuhi monyet, di mana pura kuno dan lebih dari 1.200 ekor monyet ekor panjang yang lincah hidup berdampingan. Luasnya mencapai 12,5 hektar dan unik karena merupakan situs spiritual aktif sekaligus area konservasi penting.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Datanglah pukul 9 pagi untuk udara yang lebih sejuk, monyet yang lebih tenang, dan keramaian yang lebih sedikit. Musim kemarau adalah waktu terbaik untuk keamanan. Ada biaya masuk ke Sanctuary Hutan Monyet Suci: IDR 100.000 (hari biasa) / IDR 120.000 (akhir pekan) untuk dewasa dan IDR 80.000 (hari biasa) / IDR 100.000 (akhir pekan) untuk anak-anak (3–12 tahun).
Parkir
Parkir tersedia dekat pintu masuk untuk motor dan mobil, dengan biaya parkir kecil yang dikenakan di lokasi.
Biaya Parkir
Motor
Parkir: IDR 2.000
Mobil (lebih dari 6 kursi)
Parkir: IDR 5.000
Minibus (di bawah 20 kursi)
Parkir: IDR 5.000
Bus Besar
Parkir: IDR 15.000
Berwisata Aman dengan Monyet
Untuk menikmati kunjungan yang aman, jaga jarak, hindari kontak mata, beri makan hanya di area yang ditentukan, dan ikuti instruksi staf. Kami menyarankan untuk tetap setidaknya 1,5 meter dari monyet atau hanya mendekat dengan arahan staf. Mereka adalah hewan liar dan bisa agresif, terutama jika ada makanan. Harap dicatat bahwa karena banyaknya wisatawan, Anda hanya diperbolehkan tinggal antara 60 - 90 menit. Tips keamanan lain termasuk:
- Gunakan tas ber-ritsleting atau simpan barang dengan aman; monyet cepat mengambil barang yang longgar.
- Pakai tali tas silang agar tas tetap dekat dan tangan bebas.
- Amati dari jarak beberapa meter daripada mencoba menyentuh atau memberi makan monyet.
- Hindari kontak mata langsung dan jangan menunjukkan makanan atau botol air.
- Simpan ponsel dan kacamata hitam saat tidak digunakan.
- Area jembatan akar di dalam hutan adalah salah satu spot foto terbaik. Datanglah lebih awal untuk menghindari keramaian.
Pastikan semua barang tertutup ritsleting dan aman sebelum memasuki jalur, karena monyet sering menargetkan barang yang longgar dalam hitungan detik.
3. Campuhan Ridge Walk

Campuhan Ridge Walk adalah jalur pemandangan yang hanya beberapa menit dari pusat Ubud, dengan pemandangan indah lembah hijau, sawah, dan bukit di kejauhan. Jalurnya sebagian besar beraspal dan mudah diikuti, sehingga menjadi pilihan yang sangat baik untuk pejalan kaki dari semua tingkat kemampuan. Sepanjang jalan, Anda akan menemukan tempat tenang untuk berhenti, mengambil foto, atau sekadar menikmati udara segar dan ketenangan, yang bisa menjadi istirahat yang sangat dibutuhkan dari jalanan Ubud yang sibuk.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Matahari terbit biasanya adalah waktu terbaik untuk berkunjung, karena udara lebih sejuk dan orang lebih sedikit. Bagi yang tidak terlalu suka bangun pagi, sore hari juga menyenangkan, meskipun mungkin lebih ramai.
Mulai & Rute
Mulailah dekat pintu masuk Campuhan Ridge Walk, ikuti tanda sepanjang punggung bukit sekitar 2 km menuju Kedewatan, lalu kembali. Rute penuh memakan waktu sekitar 30–60 menit.
Tips: Simpan pin titik awal secara offline sebelumnya atau screenshot, karena sinyal bisa tidak stabil di beberapa bagian jalur.
4. Istana Ubud & Pura Air Saraswati

Istana Ubud (Puri Saren Agung) cukup dekat dengan pasar malam kota, dan merupakan salah satu landmark sejarah terpenting di Bali. Dibangun pada tahun 1800-an, istana ini adalah kediaman keluarga kerajaan Ubud hingga saat ini. Istana ini lebih banyak digunakan untuk praktik upacara dan budaya daripada urusan politik.
Di dekat Istana Ubud terdapat Pura Air Saraswati. Lewati gerbang, dan Anda akan menemukan jalan batu sederhana yang membentang di antara dua kolam teratai, menuju pintu masuk pura yang diukir indah. Tempat ini tenang dan sering dikunjungi orang untuk berfoto, duduk sejenak, atau sekadar beristirahat dari jalan yang sibuk di luar. Tidak ada biaya masuk, tapi sumbangan kecil sangat dihargai.
Kami menyarankan datang 10–15 menit lebih awal untuk mendapatkan tempat yang baik saat pertunjukan tari malam, karena tempat duduk cepat penuh. Anda juga perlu membeli tiket di pintu masuk istana pada hari pertunjukan, karena opsi online terbatas.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Kunjungi pagi hari atau sore hari untuk pencahayaan yang baik dan keramaian yang lebih sedikit. Datang sebelum pukul 18:30 untuk pertunjukan tari malam.
Foto & Waktu
Datang sebelum matahari terbenam untuk menangkap pura dan kolam teratai dengan pencahayaan yang baik, yang memberi kedalaman pada ukiran. Untuk foto terbaik, bingkai pura melalui jalan setapak berbaris teratai, yang memusatkan gerbang untuk komposisi seimbang. Jika hujan tiba-tiba turun, ada tempat duduk berkanopi dekat pintu masuk, sehingga Anda bisa menunggu dengan nyaman.
Berwisata dengan Hormat
Untuk berkunjung dengan hormat, Anda harus menutupi bahu dan lutut, tetap tenang, hindari area doa kecuali diundang, dan mengambil foto secara bijaksana. Jangan mengambil foto orang yang sedang berdoa.
5. Pura Tirta Empul (Dekat Ubud, Perjalanan Sehari)

Tirta Empul terletak di Tampaksiring, Gianyar, tidak tepat di Ubud, tapi bisa menjadi pilihan perjalanan sehari! Pura air ini terkenal dengan ritual melukat, di mana pengunjung membasuh diri di bawah pancuran air suci secara berurutan. Anda bisa menyewa sarung dan selendang di pintu masuk, menyimpan tas di loker, dan mulai dari pancuran pertama. Bergerak dari kiri ke kanan, dan berhenti di bawah setiap pancuran agar air mengalir di atas Anda. Harap diperhatikan: beberapa pancuran khusus untuk pemuja lokal, jadi hindari jika ada tanda.
Setelah selesai, keringkan dan ganti pakaian di area yang disediakan. Kebanyakan pengunjung menghabiskan sekitar satu jam di sini, sehingga mudah untuk dikombinasikan dengan perjalanan ke Tegalalang atau Gunung Kawi yang berdekatan.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Pagi hari tenang dan sejuk; sore hari juga damai. Cocok dipadukan dengan Tegalalang atau Gunung Kawi.
Berwisata dengan Hormat
Tetap tenang, berpakaian sopan, ikuti alur ritual, dan hindari mengganggu upacara. Kunjungan biasanya memakan waktu satu jam, tapi bisa sampai satu setengah jam tergantung keramaian. Mereka yang memiliki luka terbuka atau sakit sebaiknya tidak mandi untuk menjaga kebersihan air dan menghormati adat setempat. Biaya masuk sekitar 75.000 IDR untuk dewasa, 50.000 IDR untuk anak-anak.
6. Rute Air Terjun Ubud (Dekat Ubud, Perjalanan Sehari)

Rute Air Terjun Ubud membawa Anda ke tiga air terjun paling menakjubkan di Bali, yaitu Tegenungan, Tibumana, dan Tukad Cepung, masing-masing menawarkan pengalaman unik. Air terjun ini tidak terletak langsung di Ubud, tapi sangat cocok untuk perjalanan sehari. Tegenungan kuat dan dramatis, Tibumana tenang dengan kolam yang cocok untuk berenang, dan Tukad Cepung tersembunyi di dalam gua dengan cahaya matahari terbatas. Rute ini paling baik dijelajahi dengan skuter atau sopir pribadi, sehingga Anda bisa berpindah dengan nyaman antar lokasi. Kebanyakan wisatawan menyelesaikan rute ini dalam setengah hari.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Pagi hari untuk cahaya lembut, keramaian sedikit, dan jalur aman; April–Oktober adalah waktu ideal.
Sirkuit Setengah Hari
Mulai di Tegenungan, lanjut ke Tibumana untuk berenang, dan akhiri di Tukad Cepung untuk menikmati cahaya gua. Pakai sepatu yang kuat, bawa pakaian renang dan air, dan siapkan waktu 4–5 jam total. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada tempat makan khusus di sepanjang rute, jadi sebaiknya makan dulu atau bawa camilan, dan setelah mulai rute, tidak ada opsi mudah untuk balik, jadi rencanakan waktu dengan baik.
Jika waktu terbatas tapi ingin menikmati rute, pertimbangkan mengakhiri di Tibumana dan melewatkan Tukad Cepung untuk pengalaman yang lebih santai. Ini bisa jadi pilihan lebih baik jika Anda memiliki keterbatasan fisik atau ingin hari yang tidak terburu-buru.
Setelah hujan deras, Tukad Cepung mungkin ditutup sementara demi keamanan, jadi sebaiknya cek kondisi sebelum berangkat. Biaya untuk ketiga air terjun sekitar 50.000 IDR (belum termasuk parkir).
Tempat Makan
Opsi bagus adalah Warung Tepi Tebing, hanya beberapa menit dari Tibumana. Restoran ini memiliki suasana santai tepat di tepi sungai, dan Anda bisa mencicipi beberapa hidangan khas Indonesia jika belum mencoba makanan lokal.
Rincian Harga
- Air Terjun Tegenungan: IDR 20.000 masuk + IDR 2.000–5.000 parkir
- Air Terjun Tibumana: IDR 15.000 masuk + IDR 2.000 parkir
- Air Terjun Tukad Cepung: IDR 15.000 masuk + IDR 2.000 parkir
Siapkan uang ekstra dan waktu untuk biaya lokal kecil sepanjang rute, karena harga dan aturan akses bisa berubah musiman.
7. Pendakian Gunung Batur Saat Matahari Terbit & Pemandian Air Panas (Dekat Ubud, Perjalanan Sehari)

Mendaki Gunung Batur adalah salah satu pengalaman paling populer dari Ubud dan menawarkan pemandangan matahari terbit di atas pulau. Gunung Batur terletak sekitar satu jam ke utara Ubud dan memiliki ketinggian 1.717 meter (5.633 kaki). Kebanyakan wisatawan bergabung dengan pendakian berpemandu yang dimulai dini hari dan mencapai puncak tepat waktu untuk menyaksikan matahari terbit di atas awan.
Pendakian ini cukup menantang tapi bisa dilakukan oleh kebanyakan orang dengan tingkat kebugaran dasar. Biasanya membutuhkan waktu 1,5–2 jam untuk mencapai puncak, jika Anda beristirahat secara teratur dan mengikuti jalur. Harap dicatat jika Anda mudah mabuk perjalanan, Anda perlu mengambil tindakan pencegahan di jalan berkelok menuju basecamp. Kami menyarankan membawa tablet anti mabuk atau gelang akupresur untuk membantu Anda selama pendakian.
Setelah sampai di puncak, pemandu lokal sering merebus telur di aliran air vulkanik, tradisi yang menyenangkan untuk diikuti setelah pendakian.
Pemandian Air Panas: Turun untuk berendam di pemandian alami Danau Batur.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Masa kemarau (April–Oktober) adalah waktu paling aman.
Berwisata dengan Hormat
Tetap bersama pemandu, ikuti jalur, jaga suara rendah, hindari area terlarang, dan bawa pulang sampah.
Rencana Pendakian Sederhana
Berangkat pukul 2–3 pagi, puncak pukul 5:30 pagi, turun pukul 6:30–7:30 pagi, berendam pukul 8 pagi, kembali pukul 10 pagi. Sebaiknya sewa pemandu lokal daripada pergi sendiri, karena jalur bisa menantang dalam gelap dan pemandu sering memberikan informasi menarik tentang puncak. Biaya pemandu biasanya antara IDR 300.000–600.000 per orang, termasuk sarapan, dan perjalanan dari Ubud memakan waktu sekitar 1,5–2 jam. Tergantung pilihan tur kelompok atau privat, pemandu biasanya menyertakan sarapan dan menyarankan membawa 1–1,5 liter air per orang. Biasanya tur privat menyertakan sarapan “lebih baik”, jadi disarankan membaca deskripsi tur yang Anda pesan.
9. Kelas Memasak Bali & Pasar Malam Ubud

Ikut kelas memasak di Ubud adalah cara menyenangkan untuk mengembangkan keterampilan memasak dan mencoba makanan baru. Kelas dimulai di pasar tradisional di mana Anda memilih rempah dan sayuran segar sebelum menyiapkan sate, lawar, dan kari, hidangan tradisional Indonesia. Pasar Malam (Pasar Senggol) menampilkan makanan jalanan, buah tropis, dan kerajinan lokal.
Pilih Kelas yang Tepat
Kelas pagi terbaik untuk bahan segar; sesi berlangsung 3–4 jam dengan opsi antar jemput. Penting memilih host yang menjaga kebersihan, mencuci tangan, membersihkan permukaan persiapan, dan menjaga bahan tetap segar. “Bali belly” tidak menyenangkan.
- Tidak semua kelas memiliki kebun rempah farm-to-table: Tidak semua kelas menanam rempah sendiri di lokasi. Periksa apakah instruktur mendapatkan bahan segar secara lokal atau dari pasar, dan pastikan bahan tidak dicuci dengan air keran karena bisa membuat sakit.
- Alergi dan tingkat pedas: Selalu beri tahu host sebelumnya tentang batasan diet, alergi, dan seberapa pedas yang Anda biasa konsumsi. Ini penting saat mencoba makanan baru. Banyak makanan Indonesia mengandung alergen umum seperti seafood atau kacang, dan bisa sangat pedas, terutama jika dimasak dengan cabai rawit, jadi perhatikan hal ini.
- Manfaat kelompok kecil: Kelas kecil memberikan perhatian lebih personal, instruksi langsung, dan interaksi lebih baik dengan host. Anda akan mendapatkan panduan teknik memasak dan penyajian yang lebih mendalam dibanding kelas besar.
Juga baik untuk memeriksa ulasan terbaru tentang kebersihan dan penanganan makanan, karena standar bisa sangat bervariasi antar host.
Waktu Terbaik
Pagi untuk memasak, 6–8 malam untuk pasar malam saat kios ramai. Kelas memasak biaya sekitar IDR 350.000–500.000 per orang, tergantung host, dan pasar malam terletak di pusat Ubud (Pasar Malam Gianyar), sehingga mudah dijangkau dengan skuter, taksi, atau jalan kaki. Jika ini pertama kali Anda, sebaiknya tanya host kelas memasak atau sopir lokal untuk arah, atau gunakan Google Maps untuk menemukan pintu masuk pasar utama.
Harga Berjenjang
- Budget: IDR 350.000 per orang, kelompok kecil, bahan sederhana
- Mid-range: IDR 400.000–450.000 per orang, kelas sedikit lebih lama, lebih banyak hidangan
- Premium: IDR 500.000 per orang, kelas privat, menu lengkap, termasuk ekstra
Tanyakan apa saja yang termasuk dalam harga, seperti kunjungan pasar, transportasi, dan minuman, agar biaya akhir tidak mengejutkan.
9. Pijat Bali & Yoga

Pijat Bali menggunakan tekanan kuat, peregangan lembut, dan minyak hangat beraroma untuk merilekskan otot dan menghilangkan ketegangan. Sesi biasanya berlangsung satu jam, dan bahkan spa lokal kecil bisa memberikan perawatan yang sangat baik. Di salon lingkungan, Anda bisa membayar sekitar IDR 150.000–250.000 per sesi, sementara spa hotel dan resort mewah bisa mengenakan biaya mulai sekitar IDR 500.000 hingga sekitar IDR 2.000.000. Budaya memberi tip tidak begitu menonjol di Asia seperti di Amerika Utara, jadi memberi tip bersifat opsional tapi dihargai, dan 5–10% adalah tipikal jika Anda puas dengan layanan.
Yoga di Ubud juga mudah diakses, dengan studio terbuka dan ruang retret yang menyediakan kelas untuk semua tingkat. Sesi fokus pada aliran, pernapasan, dan relaksasi, sering dengan pemandangan sawah atau taman, sehingga mudah menggabungkan olahraga dengan pengalaman menenangkan dan pemandangan indah. Kelas drop-in biasanya biaya IDR 120.000–150.000, tapi tentu saja tergantung studio. Bersama-sama, pijat dan yoga adalah cara terapeutik untuk mengisi ulang tenaga setelah hari penuh penjelajahan.
Studio populer termasuk The Yoga Barn, Radiantly Alive, Ubud Yoga House, dan Alchemy Yoga Center, yang dikenal dengan setting indah, instruktur terampil, dan acara khusus seperti penyembuhan suara atau upacara kakao.
Waktu Terbaik
Rekomendasi kami: Yoga pagi menciptakan suasana tenang; pijat sore/malam membantu rileks setelah penjelajahan. Musim puncak (Juni–September) mungkin perlu pemesanan terlebih dahulu.
Rencana Kebugaran Mudah
Yoga pagi, jelajahi Ubud, lalu akhiri dengan pijat yang sangat menenangkan.
Tips untuk Pengalaman Lebih Baik:
- Minum cukup air sepanjang hari, terutama saat aktif bergerak.
- Pilih spa dengan staf terlatih dan ruangan bersih serta terawat untuk pengalaman terbaik.
Memesan studio dan spa populer sehari sebelumnya membantu mengamankan waktu kelas yang diinginkan dan menghindari antrean saat musim puncak.
10. Pasar Seni Ubud, Desa Kerajinan & Museum

Pasar Seni Ubud adalah tempat sempurna untuk melihat-lihat dan membeli barang buatan tangan seperti tas anyaman, syal sutra, ukiran kayu, dan lukisan berwarna-warni. Jika Anda ingin melihat bagaimana barang-barang ini dibuat, desa-desa terdekat seperti Celuk, Mas, dan Batuan mengkhususkan diri dalam perak, ukiran kayu, dan lukisan tradisional, dan banyak bengkel menyambut pengunjung untuk menyaksikan para pengrajin bekerja. Jika Anda ingin benar-benar memahami seni Bali, kunjungi Museum Seni Neka atau Museum Seni Agung Rai (ARMA), yang memamerkan seni Bali baik historis maupun kontemporer. Mengunjungi pasar dan desa bersama-sama memberi pemahaman langsung tentang tradisi kreatif Bali.
Ingin menemukan oleh-oleh unik dengan harga terjangkau? Cari yang berikut ini:
- Membedakan kerajinan asli vs. massal: Cari pengrajin yang bekerja di tempat, ketidaksempurnaan unik, dan karya yang ditandatangani, yang membuat oleh-oleh lebih unik.
- Etika tawar-menawar: Tawar dengan senyum, mulai sekitar 50–60% dari harga awal, dan bertemu di tengah.
- Kartu, tunai, dan QRIS: Sebagian besar penjual sekarang menerima QRIS (kode QR nasional). Pindai QR dengan aplikasi perbankan atau dompet digital Indonesia. Kartu kurang umum dan mungkin dikenakan biaya tambahan 3–5%. Bawa uang kecil jika kios tidak memiliki QRIS atau jaringan mati.
- Kartu, tunai, pembungkusan & pengiriman: Banyak toko menyediakan pembungkusan atau opsi pengiriman untuk karya seni besar; tanyakan sebelumnya jika Anda berencana mengirim barang pulang. Penjual bahkan mungkin mengantarkan ke kantor pos dan mengurus kartu deklarasi, sehingga Anda hanya perlu membeli kerajinan.
Juga baik berbelanja lebih awal di hari karena penjual biasanya lebih fleksibel soal harga dan barang populer cepat habis.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Pagi hari lebih sepi dan sejuk; datang lebih awal memberi pilihan barang pertama.
Rute Belanja Pintar
Mulailah di pasar, kunjungi desa kerajinan, lalu akhiri di museum untuk belajar lebih banyak tentang karya budaya yang Anda beli. Catatan lain: saat membeli perak atau kerajinan halus, periksa tanda cap atau berat untuk memastikan keaslian. Jangan ragu meminta bukti kepada penjual, terutama jika harganya mahal. Kami merekomendasikan membawa sekitar 1,6 juta IDR, kira-kira $100 USD. Dengan begitu, Anda punya cukup uang untuk berbelanja bebas jika menemukan sesuatu yang Anda suka.
Apakah Ubud Layak Dikunjungi?
Ya, Ubud sangat layak dikunjungi, terutama untuk budaya, alam, dan kebugaran. Pura, terasering sawah, desa kerajinan, studio yoga, dan makanan enak menjadikannya basis yang bagus untuk menjelajahi Bali tengah. Cocok untuk pelancong yang ingin melarikan diri dari kehidupan pantai dan mereka yang menikmati ritme lebih santai dengan perjalanan sehari singkat.
Namun, jalan setapak bisa tidak rata, dan lalu lintas di kota bisa padat, yang mungkin terasa membebani bagi sebagian orang, terutama jika bepergian dengan anak kecil atau mendorong stroller.
Tinggal di Ubud jika Anda menginginkan kedalaman budaya, pemandangan indah, dan akses mudah ke tempat menarik terdekat. Perjalanan sehari jika waktu terbatas.
Tempat Menginap di Ubud

Pusat Ubud
Kelebihan: Jarak berjalan kaki ke istana, pasar, dan kafe. Akses mudah ke taksi.
Kekurangan: Jalan lebih ramai dan kebisingan lebih tinggi.
Rentang Harga: Penginapan budget hingga hotel butik (IDR 250k–900k/malam ≈ $16–58).
Waktu Jalan: 10–15 menit ke istana dari banyak penginapan.
Penestanan
Kelebihan: Jalan tenang, studio seni, kafe bagus.
Kekurangan: Lebih sedikit pilihan malam, jalan lebih jauh ke pusat.
Rentang Harga: Vila dan homestay kelas menengah (IDR 350k–1.000k/malam ≈ $23–64).
Waktu Jalan/Naik: 10–20 menit ke pusat Ubud.
Nyuh Kuning
Kelebihan: Nuansa desa dekat Hutan Monyet, jalan hijau.
Kekurangan: Lebih sedikit toko, jalan lebih jauh ke pusat.
Rentang Harga: Penginapan keluarga dan vila (IDR 400k–950k/malam ≈ $26–61).
Waktu Naik: Sekitar 10 menit ke pusat Ubud.
Sayan
Kelebihan: Pemandangan lembah, tepi sungai, mewah, fokus kebugaran.
Kekurangan: Jauh dari kafe, harga lebih tinggi.
Rentang Harga: Resort dan vila mewah (IDR 1.000k–1.800k/malam ≈ $64–115).
Waktu Naik: 15–20 menit ke pusat Ubud.
(Beberapa resort mewah lebih mahal, tapi banyak pilihan di bawah $100.)
Tegallalang
Kelebihan: Dekat terasering dan pemandangan pedesaan, malam lebih sejuk.
Kekurangan: Pilihan malam sedikit, perjalanan lebih lama ke pertunjukan.
Rentang Harga: Homestay dan vila (IDR 300k–900k/malam ≈ $19–58).
Waktu Naik: 20–30 menit ke pusat Ubud.
Betterplace Bali untuk Vila dan Apartemen
Betterplace Bali adalah platform penyewaan liburan yang menyediakan berbagai pilihan vila dan apartemen di Ubud dan desa sekitar. Layak dicek untuk harga lebih tajam dan kontak langsung dengan pemilik. Gunakan filter kami seperti pemandangan sawah, dekat kafe, kolam renang pribadi, ruang kerja, atau fasilitas ramah anak, sambil membandingkan cepat berdasarkan harga per kamar tidur, jarak ke pusat, dan catatan Wi-Fi terbaru untuk mendapatkan apartemen Bali impian Anda.
Tips pemesanan: Pesan lebih awal untuk Juni–Agustus dan periode liburan, karena tempat cepat penuh. Host biasanya membagikan pin peta tepat setelah pemesanan, tapi tetap bijak untuk memeriksa lokasi sebelumnya dan membaca ulasan terbaru tiga bulan terakhir. Betterplace cocok jika Anda menghargai fleksibilitas dan tarif bagus.
Bagaimana Cara Berkeliling di Ubud?

Ubud kompak tapi sibuk, jadi berjalan kaki sempurna untuk menjelajahi tempat pusat seperti istana, kafe, dan pasar. Untuk perjalanan singkat, skuter dan sepeda juga populer. Anda bisa menyewa sepeda mulai sekitar IDR 50.000 per hari untuk skuter sederhana hingga sekitar IDR 300.000 per hari untuk model baru atau besar, sehingga Anda punya fleksibilitas lebih untuk jarak jauh atau keluar malam. Pengendara tinggi mungkin lebih suka motor besar seperti Nmax atau Xmax, yang biasanya biaya sewa sekitar IDR 200.000-300.000 per hari.
Mengunduh aplikasi Gojek dan Grab saat tiba sangat disarankan, karena ini layanan ojek online paling populer di Indonesia. Tarif biasanya antara IDR 15.000 dan 40.000 untuk perjalanan singkat, dan Anda bisa memilih motor atau mobil sesuai kenyamanan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah taksi bisa mematok harga berlebihan, tapi dengan Gojek, harga sudah tetap, jadi Anda tidak perlu khawatir ditipu.
Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung?

Waktu terbaik mengunjungi Bali sangat tergantung pada pengalaman yang Anda cari. Mei hingga Oktober adalah musim kemarau, dan waktu terbaik untuk langit cerah, laut tenang, dan kondisi cuaca ideal untuk menjelajah.
Dari November hingga Maret, pulau memasuki musim hujan. Hujan sering turun tapi biasanya singkat, dan lanskap menjadi hijau segar. Ini waktu yang lebih sepi dan lebih terjangkau untuk berkunjung, terutama untuk retret kebugaran atau perjalanan budaya, tapi Anda mungkin tidak bebas merencanakan atau melakukan apa saja karena cuaca tidak selalu mendukung. Jangan lupa cek kalender festival Bali, karena acara seperti Galungan dan Nyepi bisa sangat menarik.
Apa yang Bisa Dilakukan di Malam Hari?

Bali hidup setelah matahari terbenam, dan banyak hal bisa dilakukan bahkan di malam hari. Anda bisa menonton pertunjukan tari tradisional seperti Legong di Ubud, yang memberi Anda sekilas cerita rakyat Bali di bawah bintang. Ubud kadang menawarkan malam jazz dan musik live, jadi cek bar dan restoran lokal untuk jadwal terkini. Untuk malam bergaya di kota, Kabana Ubud adalah tempat populer dengan suasana klub dan pemandangan, sementara Jalan Goutama adalah tempat untuk restoran dan kafe nyaman yang ramai oleh wisatawan dan penduduk lokal.
Untuk suasana lebih lokal, pasar malam bersinar sebagai cara mencoba makanan lokal baru dan mungkin membeli kerajinan tangan.
Sangat penting untuk tetap aman dan waspada di malam hari. Bali terkenal aman, tapi Anda harus ingat tips keselamatan ini: hindari berjalan sendirian di jalan gelap, terutama di daerah pedesaan, dan gunakan Grab atau sopir terpercaya saat pulang larut ke penginapan.
Tempat Makan di Ubud

Ubud menawarkan berbagai pilihan makan, seperti warung lokal atau restoran mewah. Untuk hidangan Bali tradisional, coba Bebek Bengil untuk bebek goreng renyah atau Ibu Oka untuk Babi Guling terkenal.
Wisatawan yang peduli kesehatan bisa menikmati smoothie bowl, kafe vegan, dan kafe organik di sepanjang Jalan Hutan Monyet dan Penestanan. Tempat populer termasuk Alchemy, Sayuri Healing Food, dan Clear Café.
Jika Anda mencari pengalaman makan mewah, restoran seperti Locavore dan Mozaic menampilkan masakan inovatif dengan bahan musiman dan lokal. Untuk sesuatu yang berbeda, Taman Dedari adalah tempat indah yang dikelilingi patung batu besar dan hijauan, dengan suasana santai dan campuran hidangan lokal serta internasional.
Camilan malam mudah ditemukan di Pasar Malam Ubud atau sekitar Jalan Goutama, biasanya menawarkan makanan seperti sate, mie, dan buah tropis segar.
Warung biasanya biaya sekitar IDR 30.000–80.000 per porsi, kafe antara IDR 80.000–150.000, dan fine dining bisa mulai dari IDR 400.000 hingga lebih dari 1 juta per orang, tergantung restoran.
Jadi apapun preferensi Anda, Ubud melayani cita rasa lokal, masakan fokus kebugaran, dan fine dining, sehingga tempat ini sangat cocok bagi pecinta kuliner untuk menikmati hidangan lezat.
Hal Unik/Tidak Turistis yang Bisa Dilakukan di Ubud
Bali lebih dari sekadar pantai dan pura. Ada beberapa pengalaman di jalur yang jarang dilalui. Kami merekomendasikan berjalan di sepanjang Kajeng dan Sweet Orange Walks di Ubud jika Anda ingin pengalaman tenang melewati sawah, jauh dari lalu lintas lokal. Hal tidak turis lain yang bisa dicoba adalah gang-gang Penestanan, labirin studio seni, kafe, dan taman tersembunyi yang memberi gambaran kehidupan desa. Anda juga bisa ikut pelajaran musik gamelan tradisional, di mana musisi lokal mengajarkan cara memainkan alat musik Bali dalam kelompok kecil, yang merupakan cara berkesan untuk terhubung dengan budaya lokal.
Hal Gratis yang Bisa Dilakukan di Ubud

Meski tampaknya tidak banyak hal murah atau gratis di Bali, ada beberapa yang layak dijelajahi tanpa menguras kantong. Sebagian besar pura Bali, seperti Saraswati, Tirta Empul, atau pura desa, menyambut pengunjung selama upacara dan sering gratis atau menerima sumbangan. Anda bisa mengamati persembahan tradisional, musik, dan tari dengan tenang.
Jalan Kajeng & Sweet Orange (Gratis)
Kami sudah singgung sedikit di atas, tapi ini adalah jalur jalan kaki indah yang berkelok melalui sawah Ubud untuk istirahat tenang dari jalan ramai. Anda tidak perlu pemandu atau tiket; cukup bawa air dan sepatu yang nyaman. Kafe kecil di sepanjang jalan adalah tempat berhenti yang bagus, dan Anda bisa memberi tip petani lokal jika mereka mengizinkan foto di sawah mereka.
Menonton Latihan Tari Tradisional (Gratis)
Di banyak desa, Anda bisa menyaksikan latihan tari malam di halaman pura atau balai komunitas. Biasanya gratis untuk ditonton, karena ditujukan untuk penduduk lokal yang mempersiapkan upacara. Pengunjung dipersilakan mengamati dengan hormat, cukup jaga suara rendah dan berikan sumbangan kecil jika ada kotak koleksi.
Ubud dengan Anak-anak
Mungkin Anda berpikir Ubud tidak ramah anak, tapi itu tidak benar! Ubud adalah salah satu tempat yang cocok untuk keluarga. Tempat ini tenang tapi penuh hal untuk dijelajahi yang bisa menarik perhatian anak kecil. Hutan Monyet Suci sering menjadi favorit anak-anak, karena monyetnya nakal dan menyenangkan untuk ditonton. Tentu saja, jaga anak kecil setidaknya 1,5 meter dari monyet karena mereka bisa tidak terduga. Terasering Sawah Tegalalang juga indah, meski lebih cocok untuk anak yang lebih besar karena jalurnya bisa curam dan hampir tidak mungkin mendorong stroller.
Di seluruh kota, kafe dan resort kecil memiliki taman teduh, tempat bermain kecil, atau kolam renang di mana anak bisa mendinginkan diri sementara orang tua bersantai. Anda bisa menghabiskan sore mencoba melukis batik atau kelas tari Bali, yang merupakan cara bagus untuk merasakan budaya. Jika ingin yang lebih santai, jalan Kajeng atau Sweet Orange adalah cara damai menikmati pemandangan. Jadi, apakah Ubud bagus untuk anak? Ya! Mudah, ramah, dan pelarian yang bagus dari kehidupan pantai kota Bali lainnya.
Apa yang Bisa Dilakukan di Ubud Saat Hujan

Saat hujan turun di Ubud, masih banyak yang bisa dilakukan. Aktivitas dalam ruangan termasuk ikut kelas memasak Bali atau mengunjungi museum seperti Neka atau ARMA, serta bersantai dengan perawatan spa atau berkeliling kafe di bawah atap. Untuk pengalaman lokal lebih dalam, Anda juga bisa memesan sesi dengan penyembuh tradisional Bali, yang dikenal sebagai balian, yang banyak wisatawan gambarkan sebagai pertemuan unik dan sangat personal dengan budaya Bali. Pilihan lain adalah menjelajahi bengkel perak di Celuk untuk wawasan budaya.
Dua tempat bagus adalah Clear Café dan Seniman Coffee Studio, keduanya layak dikunjungi karena tempat duduk berkanopi dan pemandangan bagus untuk menikmati hujan.
Terasering sawah masih bisa dikunjungi jika Anda memakai ponco dan sepatu yang memiliki cengkraman, tapi hindari air terjun atau jalur berbahaya saat badai deras demi keselamatan.
Hal yang Bisa Dilakukan Hari Ini
Waktu terbatas? Ubud sempurna untuk petualangan setengah hari yang fleksibel. Anda bisa memulai pagi dengan Terasering Sawah Tegalalang, diikuti dengan jalan santai di Kajeng atau Sweet Orange, yang memberi Anda campuran pemandangan ikonik dan jalur tenang. Pilihan lain adalah mulai di Hutan Monyet Suci dengan Istana Ubud dan Pura Air Saraswati, yang semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Setelah pagi yang sibuk, gunakan sore untuk bersantai di kelas yoga, pijat Bali, atau ikut workshop melukis batik untuk pengalaman budaya yang lebih mendalam.
Jika ingin malam singkat, nikmati kunjungan ke Pasar Malam Gianyar atau Jalan Goutama untuk sate, mie, dan buah tropis, atau saksikan pertunjukan tari tradisional di istana. Banyak hal bisa dilakukan di Ubud, tapi ini adalah beberapa kombinasi mudah yang memungkinkan Anda memaksimalkan waktu, meski hanya punya satu hari.
Keselamatan dan Etiket
Saat mengunjungi pura, berpakaian sopan, tutupi bahu dan lutut, dan bergerak dengan tenang. Jaga jarak dari persembahan, dan hindari menerbangkan drone di area terlarang. Di hutan atau dekat air terjun, waspadai ranting basah dan tetap waspada di tepi punggung bukit.
Sayangnya, kecelakaan skuter umum terjadi di Bali. Saat naik skuter, selalu pakai helm, dan bawa air serta topi saat cuaca panas. Untuk penyakit, demam berdarah umum di Bali dan sayangnya endemik di wilayah ini. Disarankan selalu memakai obat nyamuk, terutama pagi dan sore, karena nyamuk demam berdarah biasanya menggigit pada waktu tersebut, bukan malam hari.
Tips: Pergi ke apotek dan beli Soffel Mosquito repellent, yang tutupnya berwarna pink. Ini yang paling efektif dan jauh lebih baik daripada merek Amerika seperti OFF.
Mematuhi panduan sederhana ini membantu Anda memiliki pengalaman yang aman, hormat, dan menyenangkan saat menjelajahi atraksi Ubud.
Uang dan Biaya di 2025

Di Ubud, biaya masuk biasanya berkisar antara IDR 10.000-75.000, tergantung aktivitas. Air terjun sering mengenakan biaya IDR 10.000–50.000, parkir sekitar IDR 5.000–10.000, kelas memasak biaya IDR 300.000–600.000, dan sesi yoga serta spa biaya IDR 150.000–500.000. Menyewa sopir harian biasanya IDR 500.000–700.000, sementara kafe dan warung berkisar IDR 20.000–150.000 per porsi.
Uang tunai banyak digunakan, meski banyak restoran dan hotel menerima kartu. ATM di dalam bank adalah yang paling aman untuk penarikan, dan sebagian besar ATM VISA / MASTERCARD ada di Ubud, tapi sulit menemukan ATM internasional saat keluar kota. Idealnya bawa campuran uang tunai dan kartu untuk pembayaran lancar di atraksi, makanan, dan transportasi saat menjelajahi budaya, kebugaran, dan alam Ubud.
Daftar Barang Bawaan
- Tabir surya
- Topi
- Jaket hujan ringan untuk bulan hujan
- Sandal atau sepatu air yang memiliki cengkraman
- Kaus kaki cadangan
- Sarung atau rencana menyewa sarung
- Tas tahan air untuk ponsel/kamera
- Uang kecil untuk sumbangan dan parkir
- Botol minum yang bisa digunakan ulang
- Opsional: tongkat trekking untuk Batur.
- Kartu SIM lokal atau pengaturan eSIM
Anda bisa membeli kartu SIM lokal di bandara, toko serba ada, atau toko ponsel kecil di sekitar Ubud, atau mengaktifkan eSIM sebelum tiba. Memiliki data lokal memudahkan menggunakan Gojek atau Grab dan mengikuti rute di Google Maps saat menjelajah.
FAQ
Apa saja yang wajib dicoba di Ubud?
Mulailah dengan Terasering Sawah Tegalalang saat matahari terbit untuk pemandangan menakjubkan, lalu jelajahi Campuhan Ridge saat golden hour. Kunjungi Tirta Empul untuk pengalaman budaya, berjalan di Hutan Monyet Suci untuk pelarian yang menyenangkan, dan akhiri hari dengan pertunjukan tari tradisional malam untuk merasakan semangat seni Ubud.
Berapa lama sebaiknya tinggal di Ubud?
Satu hari cukup untuk highlights, dua sampai tiga hari untuk terasering, air terjun, dan pertunjukan budaya, sementara empat sampai lima hari mencakup Gunung Batur dan pengalaman kebugaran. Untuk malam yang spesial, pesan pertunjukan tari tradisional atau makan malam dengan pemandangan. Waktu ekstra membantu Anda menjelajah dengan santai tanpa terburu-buru.
Apakah pemula bisa mendaki Gunung Batur?
Bisa, pemula dapat mendaki Gunung Batur dengan pemandu berlisensi, sepatu kuat, dan lampu kepala. Pendakian dimulai pagi-pagi untuk menyaksikan matahari terbit, jadi penting memeriksa cuaca sebelumnya. Banyak wisatawan bersantai di pemandian air panas setelahnya, jadi itu juga pilihan jika Anda ingin pengalaman santai dan damai.
Apakah Ubud aman di malam hari?
Ubud umumnya aman, tapi gunakan akal sehat. Tetap di jalan yang terang, sewa sopir setelah pertunjukan malam, dan hindari jalan pintas gelap. Hati-hati di jalur licin setelah hujan dan bawa ponsel yang terisi penuh, atau power bank darurat. Untuk keadaan darurat, hubungi +62 112.
Apa aturan berpakaian untuk pura?
Saat mengunjungi pura di Ubud, pakailah sarung dan selendang, dan pastikan bahu serta lutut tertutup. Anda bisa menyewa atau meminjam pakaian di pintu masuk. Bergerak dengan hormat dan hindari terlalu dekat dengan upacara, serta ingat berpakaian sopan, yang menunjukkan rasa hormat budaya sehingga Anda diterima di ruang suci.
Kapan bulan terbaik untuk terasering paling hijau?
Terasering paling hijau setelah penanaman tapi sebelum panen, biasanya tepat setelah musim hujan. Periode ini menawarkan pemandangan paling hidup. Karena waktu bisa sedikit berbeda tiap tahun, tanyakan pada tuan rumah atau cek foto terbaru online untuk kondisi sawah saat ini agar kunjungan Anda tepat waktu.
Di mana saya bisa menemukan makanan murah dekat istana dan pasar?
Untuk makanan otentik dan terjangkau dekat Istana Ubud dan pasar, coba warung seperti Ibu Oka untuk Babi Guling atau Warung Biah Biah untuk favorit lokal. Kafe kecil dengan AC juga menawarkan makanan antara IDR 80.000–150.000. Semua dalam jarak berjalan kaki dan ideal untuk pelancong dengan anggaran terbatas.
Bagaimana cara berkeliling tanpa skuter?
Jika Anda tidak naik skuter, sewa sopir harian untuk perjalanan multi-tujuan, gunakan aplikasi ojek online untuk perjalanan titik ke titik, atau cukup berjalan kaki di area pusat Ubud. Untuk pertunjukan malam, atur transportasi pulang terlebih dahulu agar tidak terjebak setelah gelap saat transportasi umum terbatas.
Bisakah saya melakukan perjalanan sehari ke Ubud dari Canggu atau Uluwatu?
Bisa, dengan mulai pagi dan perencanaan cerdas. Perjalanan bisa memakan waktu 1,5–2,5 jam sekali jalan, jadi fokus pada tiga highlight utama seperti terasering sawah, pura, dan Campuhan Ridge untuk perjalanan sehari yang realistis dan memuaskan tanpa merasa terburu-buru atau lelah karena perjalanan.
Apakah ayunan layak dicoba?
Ya, terutama untuk foto pemandangan jika anggaran memungkinkan. Selalu periksa pengaman sebelum naik. Jika ayunan terasa terlalu mahal, beberapa kafe dengan pemandangan terasering menawarkan kesempatan foto serupa dengan harga lebih murah, sehingga Anda bisa menikmati lanskap tanpa biaya premium dari atraksi ayunan populer.
Sumber*
- Tren Pariwisata Ubud, Bali Tourism Board, 2024.
- Laporan Tahunan Hutan Monyet Suci, Yayasan Hutan Monyet Suci, 2023.
- Statistik Pariwisata Nasional, Kementerian Pariwisata Indonesia, 2024.
- Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, UNESCO, 2012.
- Catatan Sejarah dan Budaya Istana Ubud, Komite Budaya Istana Ubud, 2023.
- Panduan Pencegahan Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Bali, 2023.
- Data Konservasi Terasering dan Irigasi, Dinas Pertanian Bali, 2023





