Betterplace blue logo
Investor

Pasar Properti Legal Bali: Pertanyaan Teratas Dijawab untuk Investor Asing

Pasar properti Indonesia berkembang pesat, menarik investor asing dengan ekonomi dan pariwisata yang sedang booming. Namun, struktur hukum yang kompleks dapat membuat kepemilikan menjadi tantangan bagi orang asing. Baca blog lengkap kami untuk wawasan utama dalam menavigasi pasar properti sebagai orang asing di Bali dan bagaimana Betterplace dapat membantu Anda mengamankan properti impian Anda tanpa stres!
Dibuat:
Diperbarui:
Waktu baca: 5 min
post image

Pasar properti Indonesia terutama di Bali, menarik investor asing karena ekonomi dan industri pariwisatanya yang berkembang. Namun, memiliki properti di Indonesia sebagai orang asing memiliki kompleksitas hukum. Untuk menjelaskan komplikasi ini, kami membahas beberapa pertanyaan paling umum yang diajukan oleh orang asing yang tertarik membeli properti di Bali.

1. Apakah Orang Asing Bisa Memiliki Properti di Indonesia?

Orang asing tidak dapat langsung memiliki tanah hak milik atau Hak Milik di Indonesia. Namun, mereka dapat memperoleh properti melalui mekanisme lain. Warga negara asing dapat memiliki properti dengan menggunakan hak atas Hak Pakai (hak penggunaan) dan Hak Guna Bangunan (hak membangun).

Hak Pakai memungkinkan warga negara asing untuk menyewa atau menggunakan tanah hingga 25 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kondisi tertentu. Hak Guna Bangunan memungkinkan orang asing membangun dan memiliki bangunan di atas tanah Indonesia, biasanya untuk jangka waktu hingga 30 tahun, yang dapat diperpanjang selama 20 tahun lagi.

2. Struktur Hukum Apa yang Dapat Digunakan Orang Asing untuk Memiliki Properti?

Ada beberapa cara bagi orang asing untuk secara legal memperoleh properti di Indonesia:

  • Hak Pakai: Gelar ini memungkinkan orang asing menggunakan tanah, biasanya untuk tujuan tempat tinggal. Gelar ini dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan dengan pemilik tanah atau pemerintah.
  • Hak Guna Bangunan: Orang asing dapat memiliki bangunan dengan gelar ini, biasanya dengan mendirikan entitas hukum Indonesia, seperti perusahaan milik asing (PT PMA). Entitas PT PMA memungkinkan orang asing menyewa tanah untuk tujuan komersial hingga 80 tahun, dengan syarat mematuhi peraturan kepatuhan dan zonasi yang ketat.
  • Pengaturan Nominee: Meskipun kadang digunakan, struktur nominee memiliki risiko hukum. Hukum Indonesia secara tegas melarang kepemilikan tanah oleh orang asing melalui "nominee" lokal yang bertindak sebagai pemilik tanah. Jika terjadi sengketa, pengaturan ini dapat dianggap ilegal dan orang asing berisiko kehilangan properti.

3. Apakah Ada Pembatasan pada Jenis Properti yang Bisa Dimiliki Orang Asing?

Ya, ada pembatasan pada jenis properti yang dapat diperoleh orang asing. Meskipun orang asing dapat menyewa tanah untuk tujuan tempat tinggal dan komersial, kepemilikan tanah hak milik untuk tempat tinggal terbatas pada kondisi tertentu.

Misalnya, orang asing dapat memiliki apartemen mewah atau kondominium asalkan terletak di atas lantai pertama dan nilai pembeliannya melebihi batas yang ditentukan pemerintah. Untuk jenis properti lain, orang asing dapat menyewa tanah untuk tujuan pariwisata, perhotelan, atau bisnis, tetapi harus memastikan properti tersebut mematuhi peraturan zonasi setempat.

4. Apa Itu Peraturan Zonasi, dan Bagaimana Pengaruhnya bagi Orang Asing?

Peraturan zonasi menentukan jenis pembangunan apa yang dapat dilakukan di area tertentu, seperti zona tempat tinggal, komersial, atau pertanian. Kepatuhan terhadap zonasi sangat penting bagi orang asing yang berencana membeli atau menyewa properti. Pelanggaran terhadap peraturan zonasi dapat mengakibatkan sanksi berat, termasuk pembongkaran paksa atau hilangnya hak penggunaan properti.

Orang asing yang ingin berinvestasi di properti perhotelan seperti hotel atau vila harus memastikan tanah tersebut berzona pariwisata dan perhotelan. Selain itu, properti di zona hijau yang dilindungi mungkin menghadapi pembatasan tambahan, dan sangat penting untuk memverifikasi hak penggunaan tanah dengan otoritas lokal sebelum melakukan pembelian.

5. Pajak dan Biaya Apa yang Terlibat dalam Transaksi Properti?

Orang asing harus mempertimbangkan beberapa pajak dan biaya saat memperoleh properti di Indonesia, termasuk:

  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Biasanya 5% dari nilai properti.
  • Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan (PBB): Berdasarkan nilai properti.
  • Pajak Penghasilan atas Keuntungan Modal: Jika orang asing menjual properti, mereka dikenakan pajak atas keuntungan modal dari penjualan tersebut.

Selain itu, biaya hukum untuk penyusunan perjanjian, jasa notaris, dan biaya pendaftaran atau perizinan yang terkait dengan pembentukan hak kepemilikan (seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai) juga harus diperhitungkan.

6. Apa Risiko Hukum Menggunakan Pengaturan Nominee?

Orang asing terkadang tergoda untuk membuat perjanjian nominee, di mana warga negara Indonesia memegang sertifikat properti atas nama orang asing. Namun, praktik ini tidak diakui oleh hukum Indonesia dan penuh risiko.

Jika terjadi sengketa, pengadilan Indonesia akan mengakui nominee Indonesia sebagai pemilik sah properti, dan orang asing berisiko kehilangan investasinya. Sebagai gantinya, orang asing harus memilih opsi kepemilikan yang sesuai dengan kerangka hukum, seperti menggunakan PT PMA untuk usaha komersial atau memperoleh Hak Pakai untuk penggunaan tempat tinggal.

7. Bagaimana Orang Asing Bisa Memastikan Kepatuhan dengan Hukum Properti Indonesia?

Untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap hukum properti Indonesia, orang asing harus melibatkan profesional hukum lokal yang berpengalaman dalam hukum properti dan regulasi investasi. Konsultan hukum dapat membimbing orang asing melalui seluk-beluk memperoleh Hak Pakai atau mendirikan PT PMA, memastikan kepatuhan terhadap peraturan zonasi, pajak, dan lingkungan.

Selain itu, penting untuk memverifikasi status hukum properti dengan memeriksa sertifikat kepemilikan properti (Hak Milik, Hak Guna Bangunan, dll.) dan memastikan semua izin dan lisensi terkait (seperti izin mendirikan bangunan atau kepatuhan lingkungan) telah terpenuhi.

8. Apa Langkah-Langkah untuk Memperoleh Properti di Indonesia?

Orang asing yang tertarik membeli properti harus mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Libatkan Pengacara: Sewa pengacara berpengalaman untuk membimbing Anda melalui persyaratan hukum, struktur kepemilikan, dan proses pengalihan hak.
  2. Pilih Struktur Kepemilikan yang Tepat: Tentukan apakah struktur Hak Pakai atau PT PMA paling sesuai dengan tujuan investasi Anda.
  3. Lakukan Due Diligence: Verifikasi kepatuhan zonasi, sertifikasi properti, dan keabsahan sertifikat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  4. Susun Kontrak: Minta notaris menyusun perjanjian pembelian yang diperlukan, memastikan kepatuhan dengan hukum Indonesia.
  5. Daftarkan Kepemilikan: Setelah transaksi selesai, daftarkan hak kepemilikan atau hak penggunaan ke Badan Pertanahan Nasional untuk meresmikan transaksi.

Walaupun orang asing tidak dapat memiliki tanah hak milik di Indonesia, mereka memiliki berbagai mekanisme hukum untuk memperoleh properti melalui sewa jangka panjang atau dengan mendirikan perusahaan milik asing. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahli hukum guna memastikan kepatuhan terhadap hukum properti Indonesia dan menghindari pengaturan nominee yang berisiko. Dengan mengikuti prosedur hukum yang benar, orang asing dapat berhasil berinvestasi di pasar properti Indonesia yang dinamis.

Betterplace Dapat Membantu Anda Memperoleh Properti, Langkah demi Langkah

Menavigasi pasar properti di Bali bisa kompleks, tetapi Betterplace siap membimbing Anda melalui setiap langkah proses. Apakah Anda ingin membeli vila, tanah, atau properti komersial, kami menawarkan layanan komprehensif, termasuk manajemen properti di Bali, untuk memastikan pengalaman yang lancar dan tanpa hambatan. Kami membantu Anda memilih properti yang tepat berdasarkan tujuan, anggaran, dan opsi hukum Anda.

Tim kami membantu Anda melakukan due diligence, memastikan properti mematuhi peraturan zonasi dan memiliki sertifikat yang sah. Meskipun kami tidak mendirikan entitas hukum, kami membimbing Anda melalui aspek hukum investasi Anda untuk membantu menghindari pengaturan yang berisiko. Setelah akuisisi selesai, Betterplace menawarkan layanan manajemen properti profesional, menangani segala hal mulai dari pemeliharaan hingga staf.

Ini memastikan properti Anda tetap dalam kondisi prima sepanjang tahun dengan usaha minimal dari pihak Anda. Bagi yang ingin menghasilkan pendapatan dari properti mereka, manajemen vila di Bali mencakup semua aspek strategi penyewaan. Mulai dari pemasaran dan manajemen tamu hingga strategi harga dinamis, kami memastikan properti Anda mencapai hasil optimal. Di Betterplace, kami mengurus setiap detail, membuat seluruh proses dari akuisisi hingga manajemen menjadi bebas stres dan menguntungkan. Hubungi kami hari ini untuk mewujudkan impian Anda memiliki properti di Bali.

Dapatkan estimasi pendapatan personal

Lihat mengapa Bali tetap menjadi tujuan utama investasi properti di 2025

Ditulis oleh

author photo

Kirill Khudyakov

Head of Marketing

Dapatkan estimasi pendapatan personal

Lihat mengapa Bali tetap menjadi tujuan utama investasi properti di 2025

Artikel lain

post image

5 Perusahaan Manajemen Properti Terbaik di Bali 2026

Perbedaan di antara manajer properti Bali terlihat dalam pengendalian harga, pengalaman tamu, disiplin pemeliharaan, dan seberapa jelas pemilik dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan vila tersebut.
Dibuat:
Waktu baca: 12 min
post image

10 Manfaat Utama Berinvestasi Properti di Bali untuk Orang Asing

Investasi properti di Bali menawarkan potensi luar biasa dengan pariwisata yang berkembang pesat, nilai properti yang meningkat, dan permintaan sewa yang kuat. Berinvestasi di properti Bali memberikan pertumbuhan finansial dan kenikmatan pribadi, menjadikannya pilihan utama bagi investor asing.
Dibuat:
Waktu baca: 5 min
post image

Memperkenalkan Betterplace: Identitas Baru, Dedikasi yang Sama untuk Keunggulan

Sejak awal, kami telah berkomitmen pada satu hal — menjadi yang terbaik dalam segala hal yang kami lakukan. Baik itu pemasaran sewa liburan, perhotelan, pemeliharaan properti, layanan pelanggan, penjualan properti, atau konsultasi pengembang, tujuan kami selalu jelas: perbaikan yang berkelanjutan.
Dibuat:
Waktu baca: 2 min
post image

Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Zonasi Lahan di Bali

Jika Anda mempertimbangkan untuk membangun atau membeli vila di Bali, memahami zonasi lahan sangat penting untuk mencegah masalah di masa depan. Zonasi lahan di Bali dapat sangat memengaruhi rencana Anda, karena menentukan apa yang boleh atau tidak boleh Anda bangun di sebidang tanah di area tertentu.
Dibuat:
Waktu baca: 6 min
post image

Panduan Sederhana untuk Izin Membangun di Bali

Bali dikenal dengan pemandangannya yang indah dan telah menjadi tempat populer untuk pengembangan dan investasi. Namun, membangun di sini memerlukan kepatuhan terhadap aturan tertentu. Panduan ini akan menjelaskan dasar-dasar izin membangun di Bali, dengan fokus pada perubahan dari izin IMB ke izin PBG dan pentingnya memahami peraturan zonasi.
Dibuat:
Waktu baca: 4 min
post image

5 Perusahaan Manajemen Vila Terbaik di Bali 2026

5 perusahaan manajemen vila di Bali menonjol pada tahun 2026 karena sistem penetapan harga yang lebih kuat, penanganan tamu, kontrol pemeliharaan, dan pelaporan pemilik. Memilih di antara mereka tergantung pada seberapa banyak pengawasan, dukungan, dan struktur pendapatan yang dibutuhkan pemilik.
Dibuat:
Waktu baca: 12 min